Sistem Periodik Unsur

Alam semesta ini dalam pengamatan terbatas para ilmuwan, memiliki atom‐atom yang sangat berlimpah dan bisa dikelompokkan dalam 92 unsur alamiah. Unsur tersebut yang paling kecil adalah hidrogen (H) dengan 1 proton dan 1 elektron, dan paling besar adalah uranium (U) dengan 92 proton dan 92 elektron. Berat atom uranium adalah 238, karena disamping 92 proton, ada netron‐netron yang menyusunnya. Unsur‐unsur dengan nomor atom 93, 94, 95 dan seterusnya sangat tidak stabil walaupun beberapa berhasil dibuat. Nukleus yang besar sangat cepat terpecah kembali atau tidak bertahan lama. Ke‐92 unsur alamiah itu dan beberapa unsur yang berhasil dibuat dapat dilihat lengkap pada tabel periodik unsur.


SISTEM PERIODIK UNSUR

sistem periodik unsur

Setelah pengamatan dan perhitungan dilakukan dengan sangat teliti, didapati bahwa elektron‐elektron hanya menempati 7 lapis kulit sehingga stabil. Makin tinggi tingkat kulit maka makin sedikit energi yang dibutuhkan untuk melepas elektron dari orbitnya, sehingga atom terionisasi. Energi ini dinamakan energi ionisasi (EI). Dalam perhitungan diperoleh EI untuk kulit 1 adalah sebesar 13,6 eV, kulit 2 sebesar 3,4 eV, kulit ke 3 sebesar 1,51 eV, kulit ke 4 0,85 eV dan seterusnya hingga kulit ke 7 mendekati 0 eV. Untuk kulit lebih dari 7 maka EI = 0 eV sehingga elektron tidak mungkin bisa berada dalam orbit yang diharapkan. Dari sini jelas untuk melepas 1 elektron hidrogen dan membuat ion hidrogen memerlukan 13,6 eV. Energi ini dibutuhkan untuk melawan energi tarikan inti atom. Makin besar level kulit, maka letak elektron makin jauh dari inti dengan demikian tarikan inti makin kecil dan EI atom tersebut makin kecil.

Sifat‐sifat unsur‐unsur alam yang melimpah tersebut, dapat digolongkan berdasarkan kemiripan sifat yang berulang tiap kenaikan 2, 8 atau 18 nomor atom, sehingga ada golongan non transiasi atau unsur golongan utama sebanyak 7 (IA‐VIIA) dan golongan unsur transisi sebanyak 10 (IB‐VIIB), dan golongan unsur  gas‐gas mulia sebanyak 1 (0 atau VIII). Tabel periodik unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atom (jumlah proton) dan menunjukkan hubungan unsur kimia tersebut dengan konfigurasi yang dimilikinya. Dalam satu golongan, makin ke bawah maka sifat logam unsur (dalam pengertian kimia berarti mudah melepaskan elektron) semakin meningkat karena ukuran atom meningkat makin besar. Sedangkan dalam satu perioda makin ke kanan sifat logam (elektropositif) makin berubah ke sifat non logam (elektronegatif), sebab jumlah elektron pada kulit terluar meningkat. Oleh sebab itu unsur‐unsur logam cenderung berada di kiri dan bagian bawah tabel periodik.

Secara periodik, sifat‐sifat yang mirip tersebut dapat dijelaskan:
  • Jari‐jari atom, jarak antara inti atom dengan lintasan elektron paling luar atau orbital elektron terluar dari atom. Dalam satu golongan jari‐jari atom makin besar untuk atom‐atom posisi ke bawah, ‐karena jumlah lintasan elektron atau kulit atom makin bertambah:
    • periode 1 maka hanya ada 1 kulit atau K pada atom dengan orbital 1s
    • periode 2 maka atom mempunyai 2 kulit elektron (kulit K, L dengan orbital 1s 2s dan 2p) 
    • periode 3 maka atom mempunyai 3 kulit elektron (kulit K,L dan M dengan orbital 1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 3d), dan seterusnya. Dalam satu periode, jari‐jari atom makin kecil untuk kulit‐kulit  yang terisi lebih banyak elektron, karena makin banyak jumlah elektron dalam satu kulit maka tarikan elektron dengan inti makin besar sehingga jarak elektron terluar dengan inti relatif lebih pendek. Sehingga makin ke kanan letak atom unsur dalam tabel priodik, maka jari‐jari atom makin kecil.
  • Elektronegatifitas, kemampuan atom membentuk ion negatif karena kemudahannya untuk mendapatkan elektron tambahan pada orbital elektron valensinya. Dalam satu periode, makin ke kanan –jumlah elektron di kulit makin banyak‐ maka kecenderungan atom untuk mendapat elektron tambahan makin besar. Hal ini adalah upaya untuk mencapai isoelektrik (bersifat elektrik sama) dengan golongan gas mulia. Sehingga makin ke kanan elektronegativitas atom makin besar. Kebalikan dengan ini adalah elektropositifitas dan energi ionisasi. Untuk atom sebelah kiri, energi ionisasi (energi melepas elektron valensi agar menjadi ion positif) makin kecil sehingga elektropositifitas atom makin besar.
  • Jari‐jari ion, jarak antara inti atom dengan kulit elektron. Untuk ion positif selalu < dari jari‐jari atom, sedangkan untuk negatif > dari jari‐jari atom.
  • Potensial ionisasi, energi yang dibutuhkan oleh suatu atom dalam bentuk gas untuk melepaskan elektron valensinya yang tidak terikat erat
  • Afinitas elektron, energi yang timbul bila suatu atom netral dalam bentuk gas menerima elektron

source: ratsya document

1 Response to " Sistem Periodik Unsur "

  1. Ohh jadi seperti itu ya sistemnya ..
    makasih gan infonya, saya jadi lebih paham nih :D

    ReplyDelete

Left your comments here without SPAM and No Live Link !!