Prinsip-Prinsip Imunologi

imunologi

Konsep-konsep imunologi yang ada bersifat pragmatis, terutama berasal dari pemikiran adanya perlawanan terhadap infeksi. Penyembuhan penderita dari suatu penyakit infeksi diikuti oleh kemampuan si penderita tersebut untuk melawan infeksi ulang. Perkembangan ilmunologi disumbang oleh ilmu dasar: biokimia, anatomi, biologi perkembangan, genetika, farmakologi dan patologi. Selain itu ditunjang ilmu klinis seperti: alergi, penyakit-penyakit infeksi, cangkok jaringan, rumatologi, penyakit defisiensi imun dan onkologi.

Teori imunologi yang terkenal sampai sekarang yaitu “Teori Gembok dan Kunci” (sidechain theory atau lateral-chain theory) dari Paul Ehrlich (1845-1915).

Istilah Imun berasal dari bahasa Latin Immunis (bebas dari pajak atau bebas dari beban). Secara klasik, imunitas diartikan sebagai daya tahan relatif hospes terhadap reinfeksi mikroba tertentu. 

Definisi imunitas masa kini mencakup semua mekanisme fisiologis yang membantu binatang untuk mengenal benda-benda asing pada dirinya, untuk: 1) menetralkan, 2) menyisihkan/eliminate, atau 3) memetabolisasi benda asing tersebut dengan atau tanpa kerusakan pada jaringannya sendiri.

Respon imun dapat diklasifikasikan menjadi 2 kategori:
  1. Respon imunologik non spesifik -> Terjadi sesudah pemaparan inisial dan pemaparan selanjtnya terhadap benda asing dan sementara terjadi diferensiasi selektif “self” dan “nonself”. Respon nonspesifik tidak tergantung pada pengenalan spesifik.
  2. Respon imunologik spesifik -> Tergantung pada adanya pemaparan benda asing dan pengenalan selanjutnya dan reaksi terhadapnya.

Menurut pendapat modern, respon imunologik menjalankan 3 fungsi, yaitu:
  1. Pertahanan (defense) -> Meliputi pertahanan tubuh terhadap infeksi mikroorganisme
  2. Homeostatis -> Meliputi pemusnahan sel-sel yang tak berguna dari komponen “self”
  3. Pengawasan (surveillance) -> Meliputi kemampuan untuk menemukan dan menghancurkan sel mutan.

Faktor-faktor yang memodifikasi mekanisme imun:
  1. genetik, Semua respon imun ada di bawah pengendalian genetik.
  2. umur, Umur kronologis berpengaruh pada imunitas, dan bukti langsung terhimpun bahwa sistem imun yang hipofungsi banyak terjadi pada bayi dan orang yang sangat tua.
  3. metabolik, Sebagai contoh bahwa penderita diabetes mellitus dekompensata rentan terhadap infeksi bakteri.
  4. lingkungan dan nutrisi, Bertambahnya penyakit infeksi karena keadaan kemiskinan, naiknya angka infeksi berhubungan langsung dengan bertambahnya pemaparan hospes (exposure) terhadap agen patogen tetapi naiknya angka infeksi ini juga berhubungan dengan berkurannya daya tahan akibat malnutrisi.
  5. anatomik, Garis pertahanan pertama melawan invasi mikroba biasanya kulit dan selaput lendir (membran mukosa), dimana kedua jaringan ini bekerja sebagai imunitas nonspesifik dengan memberikan ringtangan fisik terhadap invasi.
  6. fisiologik, Cairan lambung merupakan lingkungan yang tidak baik untuk kebanyakan strain bakteri patogenik dan mereka hancur didalam lambung setelah tertelan.
  7. mikrobial, Flora normal selain menghasilkan metabolit seperti vitamik K juga menghasilkan antibodi alami terhadap organisme tertentu, sehingga dapat menekan bakteri patogen.
prinsip imunologi

source : diktat kesehatan