Parasit Akibat Jamur Kulit dan Cara Pengobatannya


Jamur lebih cepat berkembang biaka apabila ada factor – factor predisposisi, yang menguntungkan seperti banyak keringat, kegemukan, kehamilan, pemakaian kartikosteriod yang lama, pemakaian obat –obatan stostatatik / orang – orang tua yang lemah, serta penderita infeksi HIV infeksi jamur disebabkan oleh parasit yang termasuk golongan tanam – tanaman dalam filum talofita yaitu tanam tanaman yang tidak mempunyai akar, batang dan daun sehingga tidak dapat mencerna makanan sendiri. Bagian penyakit kulit dan kelamin apabila jamur dapat mengatasi system pertahanan tubuh, ia mampu berkembang biang dan bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh. Spora jamur melekat pada kulit dan mukosa lalu beruba bentuk menjadi hia. Penyakit jamur, terutama bentuk superfisialis, banyak berkembang didaerah – daerah panas dan udara lembab.
jamur kulit
  • Menurut Prof Dr. dr Robert Sireger: membagi penyakit jamur dalam tiga bagian yaitu:
    1. Dermatofitosis Superfisialis Subkutis yaitu jaringan- jaringan di bawah kulit (kondidiasis, dermatofitosis, pledrai)
    2. Jamur yang menyerang daerah subkutis yaitu jaringan- jaringan di bawah kulit (Kondidiasis, Kromomikosis)
    3. Jamur yang dapat menyerang alat dalam (sistemik) dan akhirnya mengadakan fistel dan menembus jaringan kulit (aktinomikosis, aspergilosis)
  • Diagnosis jamur di tegakkan gejala- gejala klinis yang khas dari masing- masing infeksi jamur.
    1. Pemeriksaan langsung di mulai dari kerokan kulit, kuku, rambut, cairan fistel/ aspirasi abses dengan pemeriksaan ini diharapkan akan tampak elemen jamur berupa spora/ hifa.
    2. Pembiakan bahan untuk pembiakan dapat di ambil dari kerokan kulit, kerokan kuku, cairan fistei, aspirasi abses dan sputum, pembiakan yang di kerjakan ialah dalam medium sabaorou di tambah dengan antibiotik untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
    3. Imorologis dengan penyuntikan intra dernal (1D) anti gen yang di buat dari masingmasing jamur bila positif berarti pernah/ sedang menderita penyakit jamur, apabila negative menderita jamur.
    4. Histopatologi pemeriksaan ini khusus di lakukan untuk penentuan penyakit jamur sistemik.
    5. Pemeriksaan dengan sinar wood (sinar ultra violet) yang telah melewati filter yang terbuat dari nikel oksid dan silica yang tadinya polikromatis menjadi monokromaris. Sinar wood di arahkan kepada lesi- lesi di kulit dengan jarak 10- 15 cm.
Contoh: Panu mestinya gatal, kasar, bersisik, bertambah lebar, dan tentu menular.

Sebagaimana lazimnya penyakit jamur kulit, panu menular dari sarung bantal bekas pipi orang panuan, baru kedatangan tamu berpanu di pipi yang menginap/ beberapa minggusehabis memakai guling dan pisau tukang cukur bawah pohon/ dari sehelai handuk yang di gunakan handuk yang di gunakan rame- rame. Selain itu kemungkinan dari garukan jari tangan sendiri. Jamur yang terselip di kuku jemari bisa saja pindah kebagian tubuh lain sehabis menggaruk panu di pipi, menggaruk kulit tangan, misalnya panu dan semua jamur kulit tambah runyam kalau lagi berkeringat.

CARA PENGOBATAN JAMUR KULIT

Jika kulitnya basah bergetah, tahap pertama perlu diberikan kompres satu- dua hari untuk menyedot getahnya. Langsung menyelipi atau membubuhi krim obat antijamur tidak akan menyembuhkan, sebab permukaan kulitnya masih basah bergetah. Obat akan “ditolak” dan tentu jamurnya tidak bakal menyembuh.

Baru setelah kulit kering dan radang mereda, tahap kedua, salep atau krim antijamur mulai di pakai. Pemakaian antijamur perlu waktu lama sampai jamur betul- betul tuntas terbasmi. Jika masih ada jamur kulit tersisa dan obat langsung distop, menjadi sebab kekambuhan dan dianggap kok penyakitnya tidak sembuh- sembuh.

Selain itu, jamur kulit terkesan sukar menyembuh, bisa juga karena tidak cocok memilih obat antijamurnya. Kita tahu ada puluhan jenis jamur kulit, tidak semua jenis antijamur mempan mengenyahkan. Jamur kulit jenis dalam, perlu tambahan obat minum juga selain yang dioleskan.

Satu yang terlupakan, kulit yang berjamur tidak boleh terpapar air sabun cuci (deterjen, sabun colek, dan bahan iritatif lain, seperti karbol, lisol, pembersih lantai, semen, oli, dan sejenisnya). Jika selama di obati masih mencuci baju atau piring dan kulit berjamur tidak diproteksi dengan membungkusnya, seringkali jamur sukar menyembuh atau sudah sembuh kambuh lagi.

Paling sering jamur berkembang di sela jemari kaki. Kulit mengelupas, putih susu, dan gatalnya luar biasa. Semakin di garuk, semakin mengelupas kulitnya, adakalanya sampai lecet berdarah. Yang tak tahan memikul runyamnya jamur kaki, ada yang rajin menetesinya dengan lelehan lilin panas. Dan itu bukan cara yang sehat terhormat.

Jamur di sela- sela jari bisa menyeberang ke kuku juga. Jamur kuku jauh lebih pelik penyembuhannya, lantaran yang bersarang di bantalan kuku sukar ditembus oleh obat. Agar sembuh, kukunya harus di buang sebelum di beri terapi.