Adaptasi Organisme

Adaptasi merupakan kemampuan yang dimiliki suatu organisme untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Adaptasi organisme terhadap lingkungannya sendiri adas tiga proses yaitu: Adaptasi morfologi, Adaptasi fisiologi, dan Adaptasi tingkah laku.

A. Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh atau alat – alat tubuh terhadap lingkungan.
Contoh :

1. Kaki burung.
Bentuk kaki burung disesuaikan tempat hidup dengan cara hidupnya. Ada 4(empat) macam tipe kaki burung:
  • Kaki burung pemanjat -> Ada 2 (dua) jari ke depan dan 2 (dua ) jari ke belakang.
  • Tipe kaki burung perenang -> Pada tiap-tiap jari terdapat selaput
  • Tipe kaki burung pencengkeram -> Pada jari-jari besar pendek dan berkuku tajam
  • Tipe kaki burung petengger. -> Pada 3 (tiga) jari ke depan 1 (satu) jari ke belakang semua terletak pada satu bidang datar.
2. Bentuk paruh burung.
Bentuk paruh burung macamnya di bawah ini :

bentuk paruh burung

Pada adaptasi morfologi pada tumbuhan jenis tumbuhan berdasar habitatnya, yaitu:
1. Xerofit : hidup di tempat kurang air (gurun). Misal: Kaktus
2. Higrofit : Hidup di tempat lembab. Misal : Lumut
3. Hidrofit : hidup di air. Misal : Teratai
4. Ropofit: Hidup di daerah tropis. Misal : Jati
5. Halofit : Hidup di tmpat yang berkadar garam tinggi. Misal : Bakau

B. Adaptasi Fisiologi
Penyesuaian fungsi alat tubuh terhadap lingkungan berikut berbagai bentuk adaptasi fisiologi pada berbagai organisme.



1. Herbivora
Pada alat pencernaannya menghasilkan enzim selulase untuk mencerna serta selulosa pada makanannya.

2. Jumlah eritrosit (sel darah merah)
Pada manusia di sesuaikan dengan kadar oksigen di udara.

3. Adaptasi ikan terhadap kadar garam.
 a. Ikan air tawar
Ikan air tawar beradaptasi terhadap lingkungannya dengan cara menggunakan insangnya secara aktif untuk menyikat garam yang terlarut dalam air. Lingkungan air tawar merupakan perairan yang berkadar garam rendah, yaitu kurang lebih 0,06%. Sungai, danau, dan kolam merupakan contoh habitat air tawar. Organisme yang hidup di lingkungan air tawar memasukkan air ke dalam tubuhnya dengan cara osmosis. Hal ini karena salinitas air lebih rendah daripada salinitas air dalam tubuh organisme.

Hewan yang hidup di lingkungan sekuat dinding sel pada tumbuhan. Hewan – hewan yang hidup di air mempunyai organ tubuh khusus untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Misalnya : sirip pada ikan, serta kaki berselaput pada katak dan itik. Selain alat gerak tersebut, hewan air umumnya berbentuk langsing dan memanjang (seperti torpedo). Pada ikan, kulitnya berlendir sehingga memudahkan meluncur di dalam air. Alat pernapasan ikan berupa insang yang hanya dapat bekerja di dalam air. Di sepanjang sisi tubuhnya terdapat gurat sisi untuk mengetahui tekanan air.

b. Ikan air laut.
Ikan air laut beradaptasi terhadap lingkungannya yang berkadar garam tinggi dengan cara insangnya secara aktif mengeluarkan garam. 

Habitat perairan yang berkadar garam tinggi adalah laut. Air lauyt mempunyai salinitas (kadar garam) kurang lebih 3,5%. Jadi, setiap 1.000 ton air laut mengandung 35 ton garam. Oleh karena itu air laut terasa asin. Organisme yang hidup di lingkungan air laut dapat menyesuaikan diri di air yang kadar garamnya tinggi. Kebanyakan organisme laut akan mati jika di tempatkan di air tawar begitu juga sebaliknya.

(1) Tumbuhan
Organisme yang hidup di daerah pantai berbatu (misalnya rumput laut) beradaptasi dengan cara melekat erat pada batuan, serta memiliki tangkai yang lunak dan basah. Keadaan ini dimaksudkan agar rumput laut tetap lentur apabila terkena hempasan ombak. Di daerah pantai berlumpur yang memiliki kadar oksigen rendah, terdapat tumbuhan bakau. Tumbuhan ini mempunyai akar apas yang berfungsi untuk membantu pengambilan udara

(2) Hewan
Hewan yang hidup di lingkungan air berkadar garam tinggi (laut), misalnya rumput laut berbagai jenis ikan, bernakel, dan siput laut. Bernakel melekat pada batuan sedangkan siput laut memiliki perisai keras untuk melindungi tubuhnya yang lunak. Seperti halnya ikan air tawar, ikan laut juga memiliki bentuk tubuh dan perlengkapan lainnya yang memungkinkannya bergerak dengan baik di air.

C. Adaptasi tingkah laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian organisme terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku.

Contoh :

1. Otonomi
Kemampuan untuk memutuskan bagian tubuhnya untuk mengelabui lawannya.
Contoh : Cecak

2. Mimikri
Kemampuan untuk mengubah warna kulitnya untuk penyamaran.
Contoh : Bunglon

3. Mamalia air
Contoh : Paus

source : universitas mataram

0 Response to "Adaptasi Organisme"

Post a Comment

Left your comments here without SPAM and No Live Link !!