MAKALH DAN CONTOH ASKEP ULKUS PEPTIKUM



Tugas               : Kelompok
Mata Kuliah     : Keperawatan Dewasa

ULKUS PEPTIKUM






JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2010


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum, wr wb……………….
            Alhamdulillah patutlah rasa syukur kami panjatkan kepada Allah Swt, Tuhan semesta alam yang telah membangkitkan rasa kemauan dan keinginan untuk senantisa bekerja dan menghasilkan yang terbaik dalam menjalankan hidup.
            Tak lupa shalawat serta salam, kami haturkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad Saw yang memberi banyak inspirasi dalam menjalankan kehidupan dan menjadi contoh teladan bagi semua pengikutnya.
            Perkenankanlah kami kelompok A1 keperawatan dewasa untuk menjabarkan pembahasan materi  yang berjudul:
“ ULKUS PEPTIKUM”
Rasa terima kasih, kami ucapkan kepada dosen pembimbing keterampilan dasar keperawatan dalam hal ini Bapak Muh. Anwar Hafid S.Kep, Ns, M. Kes yang telah membantu kami dalam menyusun makalah ini. Dan tak lupa pula kepada rekan-rekan mahasiswa/i kelas keperawatan A 08 yang memberikan saran serta kritikan yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.
            Pada akhirnya tiada gading yang tak retak, makalah ini masih sangat jauh dari tingkat sempurna, tapi besar harapan kami semoga makalah ini dapat membantu dalam proses pembelajaran ilm keperawatan.
   Wassalam


Kelompok A1
DAFTAR ISI

Halaman Sampul                                                                                                         i
Nama Anggota                                                                                                            ii
Kata Pengantar                                                                                                           iii
Daftar Isi                                                                                                                     iv
KONSEP MEDIS
A. Pengertian                                                                                                        1
B. Etiologi                                                                                                             4
C. Faktor Resiko                                                                                                   7
D. Manifestasi Klinik                                                                                            9
E. Insidensi                                                                                                           11
F. Patofisiologi                                                                                                      12
G. Pemeriksaan                                                                                                     14
H. Komplikasi                                                                                                       17
I. Penatalaksanaan                                                                                                19
KONSEP KEPERAWATAN
  1. Pengkajian                                                                                                       25
  2. Penyimpangan KDM                                                                                      26
  3. Rencana Asuhan  Keperawatan                                                                      28
Daftar Pustaka                                                                                                                       32


Konsep Medis
A.  Pengertian
            Sakit merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah Swt kepada kita. Dengan sakit, Allah menegur umatnya, Dia mengingatkan bahwa kita adalah hamba yang lemah. Hamba yang tidak selayaknya berbuat sewenang-wenag dan berlebihan. Banyak orang yang tertipu akan nikmat kesehatan dan waktu luang yang dimiliki. Hal itu lantaran ia tidak bisa mengambil manfaat dari sehat dan waktu luangnya untuk melaksanakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah dan negeri akhirat. Dua nikmat inilah yang sering kali membuat kita terlena, hingga jauh dari Allah dan lupa daratan. Mendzalimi diri sendiri dengan hal-hal yang dapat merusak tubuh. Sehingga Allah melimpahkan penyakit kepada diri kita.
Allah berfirman dalam Q.s Al-Anbiya :35
Artinya: “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan.”
            Berbagai penyakit merupakan salah satu bentuk akibat tindakan kita yang tidak memanfaatkan nikmat kesehatan dengan sebaik-baiknya. Lewat penyakit, Allah Swt memberikan umatnya kesempatan untuk dapat mengintrospeksi diri atau mengevaluasi hal-hal apa yang sesungguhnya yang telah dilanggar, sehingga diberikan penyakit. Salah satunya ulkus peptikum
Menurut Chris Brooker ulkus peptikum adalah ulkus mukosa GI (Gastrointestinal) yang disebabkan oleh gangguan keseimbangan normal akibat pengaruh korosif cairan lambung dan protekstif mucus lambung. Sedangkan menurut Brunner dan Studarth, ulkus peptikum adalah eskavasi(area berlubang) yang terbentuk dalam dinding mukosa lambung, pylorus, duodenum, atau esophagus. Nama lain dari salah satu gangguan gastrointestinal adalah ulkus lambung, duodenal atau esophageal yang tergantung pada lokasi yang terkena. Dan terakhir menurut Price dan Wilson ulkus peptikum adalah terputusnya kontinuitas mukosa lambung yang meluas sampai di bawah epitel. Kerusakan mukosa lambung yang tidak meluas sampai epitel disebut erosi, walaupun sering juga disebut ulkus.
           
Ulkus ini disebabkan oleh erosi area terbatas dari membrane mukosa. Erosi ini dapat meluas sedalam lapisan otot atau seluruh otot peritoneum. Area yang paling umum mengalami kondisi ini adalah duodenum dan lambung. Ulkus peptikum biasanya terjadi secara tunggal, tetapi dapat terjadi secara multiple. Ulkus peptikum lebih cenderung terjadi di daerah pada kurvatura minor dari lambung, dekat pylorus
Ulkus peptikum ada dua jenis, yaitu:
1.) Ulkus Peptik Akut
Lesi kelainan ini merupakan ulkus dangkal di mukosa lambung atau duodenum atau keduanya dan terjadi setelah beberapa lama dalam keadaan stress berat. aandyn04.blogspot.comKelainan ini juga sering dijumpai pada pasien dengan luka bakar berat, trauma dan syok karena penyakit lain. Ulkus yang terjadi bersamaan dengan luka terbakar disebut ”Curling’sulcers”. Ulkus yang terjadi pada saat ada luka di kepala atau waktu operasi intracranial disebut ”Cushing’s ulcers”. Berbeda dengan ulkus lain melibatkan seluruh lapisan mukosa dan sekresi asam lambung bertambah.
Ulkus peptik akut dapat bertempat pada setiap daerah lambung dan kadang-kadang dalam duodenum. Secara makroskopik daerah ulserasi permukaan mukosa yang kecil, tunggal atau multipel, bulat, yang kadang-kadang disebut ”erosi gastrik”. Sedangkan secara mikroskopik terdapat daerah kecil dari ulserasi permukaan nonspesifik yang meluas ke bawah, tetapi tidak melalui muskularis mukosa. Keadaaan ini merupakan infiltrasi sel peradangan ringan tetapi tanpa perubahan vaskular .
2.) Ulkus Peptik Kronik
Ulkus peptik kronik hanya terjadi pada lima tempat yaitu lambung, duodenum, esofagus, retikulum Meckel dan pada stoma gastroenterostomi yaitu pada tempat dinding mukosa dibasahi oleh cairan lambung. Secara makroskopik mempunyai gambaran yang konstan dengan suatu gambaran bulat atau oval, dalam, agak menggaung dan sisi-sisi yang sedikit miring (sloping), tepinya datar dan dengan tinggi yang sama atau hanya sedikit lebih tinggi dari permukaan mukosa sekitarnya.
Dalamnya bervariasi, dangkal pada kasus dengan penyembuhan, tetapi sangat dalam pada contoh dengan penetrasi. Dasarnya halus, tetapi pembuluh darah yang mengalami trombosis atau paten dapat terlihat. Secara eksternal, terdapat indurasi dan selubung peritoneal seringkali memperlihatkan kerutan fibrosa. Dan secara mikroskopik merupakan suatu dasar ulkus superfisial dengan jari-jari granulasi peradangan nekrotik, terdapat zona jaringan granulasi peradangan aktif dan nonspesifik, dasarnya terdiri dari jaringan fibrosa padat dan jaringan fibrosa luas.
Keadaan terakhir ini biasanya menggantikan otot secara lengkap dan seringkali meluas ke permukaan peritoneum. Epitelium dari tepi-tepinya dapat memperlihatkan profilasi dalam suatu usaha penyembuhan, tetapi tetap superficial terhadap muskularis mukosa.
B.  Etiologi
            Sebab-sebab yang pasti dari ulkus peptikum belum diketahui. Faktor yang mempengaruhi terjadinya erosi dan tukak pada saluran pencernaan bagian atas adalah perimbangan antara faktor agresif (asam dan pepsin) dan faktor pertahanan (defensif) dari mukosa.
Beberapa teori yang menerangkan terjadinya tukak peptic, antara lain sebagai berikut :
  1. H.Pylori
Suatu bakteri gram negative yang dapat hidup dalam suasana asam dalam lambung atau duodenum (antrum, korpus, dan bulbus), Berbentuk kurva/s-shaped dengan ukuran panjang sekitar 3µm dan diameter 0.5µm
• Mempunyai 1 atau lebih flagel pada salah satu ujungnya
• Ditularkan secara feko-oral atau oral-oral
• Bakteri ini berada pada lapisan mukus pada permukaan epitel yang sewaktu-waktu dapat menembus sel-sel epitel atau antar epitel.
  1. OAINS (jangka panjang)
Beberapa obat tertentu seperti aspirin, merupakan  penghilang rasa sakit dan termasuk over-the-counter obat seperti advil,  naprosyn, Motrin dan ibuprofen. Selain itu  juga banyak resep obat radang sendi seperti Voltaren, feldene, Lodine dan relafen. Seiring dengan aspirin obat tersebut  mengurangi zat pelindung di perut yang disebut prostaglandin. Penggunaan obat-obat ini dalam jangka pendek tidak menimbulkan masalah. Namun, penggunaan dalam jangka panjang mengakibatkan gastritis yang berlanjut menjadi ulkus peptikum. Dan beberapa obat lainnya yakni indometasin, fenilbutazon, dan kortikosteroid memiliki efek langsung terhadap mukosa lambung dan menyebabkan terjadinya ulkus. Ini disebabkan karena rusaknya salah satu sawar pelindung dalam lambung,
  1. Asam getah lambung terhadap resistensi mukosa.
Tukak peptik kronia tidak mungkin terjadi lama tanpa adanya getah lambung. Sebagai contoh berdasarkan penyelidikan yang mengumpulkan banyak penderita dengan anemia pernisiosa disertai dengan aklorida.
Dan beberapa etiologi yang lain yakni :
  1.  Susunan saraf pusat
Teori nerogen pada tukak peptik telah dibicarakan tahun 1959. berdasarkan pengalaman dari Chusing, erosi akut dan tukak pada edofagus, lambung dan duodenum dapat dihubungkan dengan kerusakan intrakranial, termasuk neoplasma primer atau sekunder dan hiperensi maligna. Faktor kejiwaan dapat menyebabkan timbulnya tukak peptik. Misalnya pada mereka yang psikisnya sangat labil, pada ketegangan jiwa, emosi, mempunyai ambisi besar dan lain-lainnya yang menyebabkan untuk hidup tidak wajar.
  1. Inflamasi bakterial.
Dari dasar tukak telah dibiakkan untuk menyelidiki mikroorganisme yang diduga sebagai penyebabnya, tetapi tidak ditemukan satu macam bakteripun. aandyn04.blogspot.comSelanjutnya pada hasil pemeriksaan didapat bahwa inflamasi non bakteri atau inflamasi khemis lebih besar dari pada inflamasi bakterial. Tukak yang spesifik misalnya pada TBC dan sipilis disebabkan spesifik mikroorganisme.


  1. Inflamasi nonbakterial.
Teori yang mengatakan bahwa inflamasi nonbakterial sebagai penyebab didasarkan pada inflamasi dari kurvatura minor, antrum dan bulbus duedeni yang mana dapat disebutkan juga antaral gastritis, sering ditemukan dengan tukak. Dan sebagai penyebab dari gastritis sendiri belum jelas. Tukak yang kronis ialah sebagai kelanjutan dari tukak yang akut. Berdasarkan pemeriksaan histologis ditemukan perubahan yang nyata dari erosi akut ke tukak yang akut.
  1. Infark.
Teori infark yang berdasarkan timbulnya kerusakan semacam kawah, sering ditemukan pada otopsi. Adanya defek pada dinding lambung serta timbulnya infark, karena asam gelah lambung dan dapat pula ditunjukkan adanya jaringan trombose di dasar tukak. Sekarang diketahuai bahwa jaringan trombose ialah sebagai hasil daripada sebagian penyebab kerusakan, yang tidak akan dijumpai pada tukak yang akut.
  1. Faktor hormonal.
Banyak teori yang menerangkan adanya pengaruh-pengaruh hormonal yang dapat menimbulkan tukak peptic,
  1. Herediter.
Berdasarkan penelitian di dalam keluarga ternyata bahwa tukak peptik ini ada pengaruhnya dengan herediter. Terbukti bahwa dengan orang tua/ famili yang menderita tukak, jika dibandingkan dengan mereka yang orang tuanya sehat. Oleh sebab itu, family anamnesa perlu ditegakkan
  1.  Berhubungan dengan penyakit lain.
a.       Hernia diafrakmatika.
Pada hernia diafrakmatika, mukosa pada lingkaran hernia mungkin merupakan tempat timbulnya erosi atau tukak.

b.      Sirosis hati.
Tukak peptik ditemukan juga pada penderita penyakit hepar terutama pada sirosis lebih banyak jika dibandingkan dengan orang normal. Tukak duodeni pada kaum wanita dengan sirosis biliaris ternyata bertambah, jika neutralisasi dari isi duodenum berkurang.
c.       Penyakit paru-paru.
Frekuensi dari tukak yang kronis dengan TBC paru-paru sering ditemukan. Bertambah banyaknya tukak peptik dapat dihubungkan dengan bertambah beratnya emfisema dan corpulmonal,
  1. Faktor daya tahan jaringan.
Penurunan daya tahan jaringan mempermudah timbulnya ulkus. Daya tahan jaringan dipengaruhi oleh banyaknya suplay darah dan cepatnya regenerasi.
C Faktor Resiko
Upaya masih dilakukan untuk menghilangkan kepribadian ulkus. Beberapa factor yang dapat menyebabkan ulkus peptikum yaitu:
  1. Merokok
Merokok dapat menurunkan sekresi bikarbonat dari pankreas ke dalam duodenum. Sehingga dapat merangsang pembentukan asam. yang berlebihan serta bakteri H. Pylori. Adanya agen bakteri ini meningkat sesuai usia. Ulkus karena jumlah gastrin yang berlebihan, yang diproduksi oleh tumor
  1. Lingkungan (stress)
Faktor stress yang berasal dari lingkungan bisa jadi penyebab destruksi sawar mukosa lambung, yang menjadi faktor penting dalam patogenensis ulkus peptikum. Telah diketahui bahwa mukosa antrum lebih rentan terhadap difusi balik dibandingkan dengan fundus, yang menjelsakan mengapa ulkus peptikum terletak diantrum. Selain itu, kadar asam yang rendah dalam analisis lambung pada penderita ulks peptikum akibat peningkatan difusi balik, yang bisa disebabkan oleh factor stress.
  1. Alkohol
Alkohol dan beberapa bahan kimia lainnya dapat menyebabkan peradangan dan cedera pada lambung. Serta mengganggu sawar mukosa lambung yang berperan sebagai pelindung lambung. Allah Swt telah berfirman dalam Q. s Al-Baqarah, dan telah menetapkan bahwa khamar(alkohol dan sejenisnya yang memabukkan) sangat-sangat tidak diperkenankan untuk umatnya, kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu. aandyn04.blogspot.com
Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar[136] dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,[136] Segala minuman yang memabukkan.”
Manfaat yang diberikan alkohol hanya sedikit bila dibandingkan dampak buruk yang diakibatkan kepada tubuh kita. Pada ayat di atas, tidak tanggung-tanggung sanksi yang di dapat yakni dosa. Mengingat bahaya alcohol bagi kehidupan manusia.

4.      Genetik
Kecendrungan keluarga juga tampak sebagai factor resiko terjadinya ulkus peptikum. Hubungan herediter selanjutnya ditemukan pada inidividu dengan golongan O lebih rentan daripada individu dengan golongan darah A, B, atau AB.
5.      Jenis kelamin.
Pria terkena tiga kali lebih sering mengidap penyakit ulkus peptikum dibandingkan wanita, namun bila wanita telah memasuki masa menopause bisa akan hamper sama resikonya terkena ulkus peptikum.
  1. Obat-obatan (drug induced peptic ulcer).
Aspirin, alkohol, tembakau dapat menyebabkan kerusakan sawar mukosa lambung. Dari sekian banyak obat-obatan, yang paling sering menyebabkan adalah golongan salisilat, yaitu menyebabkan kelainan pada mukosa lambung. Phenylbutazon juga dapat menyebabkan timbulnya tukak peptik, seperti halnya juga histamin, reseprin akan merangsang sekresi lambung. Berdasarkan penyelidikan, ternyata golongan salisilat hanya akan menyebabkan erosi local,
  1. Psikosomatik
Faktor psikosomatik sangat mempengaruhi timbulnya suatu tukak peptik dan secara umum dipercaya bahwa konflik dapat memegang peranan untuk timbulnya tukak peptik pada penderita yang mempunyai faktor predisposisi
D.  Manifestasi Klinis 
Gambaran klinis utama ulkus peptikum adalah Nyeri. Terletak di daerah epigastrium intermiten kronis yang khas akan mereda satelah makan atau menelan antasid. Biasanya pasien dengan tukak peptik mengeluh nyeri tumpul, seperti tertusuk atau sensasi terbakar di epigastriun tengah atau di punggung. Nyeri ini terjadi bila kandungan asam lambung dan duodenum meningkat menimbulkan erosi dan merangsang ujung saraf yang terpajan. Nyeri biasanya timubul kembali bila lambung telah kosong maka nyeri dan 2 sampai 3 ajam setelah makan. Beberapa teori yang menerangkan timbulnya nyeri:
1.      Teory motilitas atau ketegangan.
Rasa nyeri atau pedih pada tukak peptic disebabkan karena bertambahnya kontraksi dari lambung atau duodenum. Pada penderita muda dengan tukak duodeni, timbulnya rasa nyeri atau pedih disebabkan kontraksi pada saraf-saraf nyeri di lambung (gastric pain never) yang bertambah selama menderita tukak.
2.      Teory keasaman (acid theory)
Peranan asam HCL dan getah lambung pada dinding lambung yaitu dapat menyebabkan iritasi sehingga timbul nyeri.
3.      Teory Inflamasi (the Inflammatory theory).
Teori lain menyatakan bahwa nyeri tau pedih pada tukak peptik, pertama-tama disebabkan oleh reaksi inflamasi. Serabut-serabut syaraf pada proses ulcerasi mengalami kerusakan dan sisa-sisa serabut yang masih ada telah dipisahkan dari isi lambung oleh lapisan “leucofibrinous material” serta jaringan granulasi yang telah menjadi insentifterhadap asam.
Nausea dan vomitus. Timbul bila nyerinya sangat hebat. Vomitus dalam jumlah banyak disertai makanan timbul 8-12 jam setelah makan, mungkin akibat pilorik stenosis yang disebabkan oleh pilorospasme. Sebelum muntah, sudah ada perasaan tidak enak pada perut.
Pirosis (Nyeri uluhati). Beberapa pasien mengalami sensasi luka bakar pada esophagus dan lambung, yang naik ke mulut, kadang-kadang disertai eruktasi asam. Eruktasi atau sendawa umum terjadi bila lambung pasien kosong.
Muntah. Muntah dapat menjadi gejala tukak peptik. Hal ini dihubungkan dengan obstruksi jalan keluar lambung oleh spasme mucosal pylorus atau oleh obstruksi mekanis, yang dapat dihubungkan dengan pembentukan jaringan parut atau pembengkakan akut dari membrane mukosa yang mengalami inflamasi disekitarnya pada ulkus akut. Muntah dapat terjadi tanpa didahului rasa mual.
Konstipasi dan perdarahan. Konstipasi dapat terjadi pada pasien tukak peptik, kemungkinan sebagai akibat dari diet dan obat-obatan. Pasien juga dapat datang dengan perdarahan gastrointestinal. Sebagian kecil pasien yang mengalami akibat peptik akut sebelumnya tidak mengalami keluhan, tetapi mereka menunjukkan gejala setelahnya.
Nafsu makan penderita biasanya menurun oleh karena takut terhadap timbulnya rasa nyeri beberapa jam setelah makan. Akibatnya penderita mengurus.
 Rasa terbakar, Rasa panas dan nyeri pada daerah retrosternal, kadang-kadang disertai regurgitasi yang mungkin disebabkan oleh reflek spasme esofageal. Rasa terbakar biasanya oleh karena makan / minum asam.
 Waterbrash atau regurgitasi asam ,Waterbrush adalah suatu keadaan dalam mulut yang cepat terisi oleh cairan terutama saliva tanpa ada rasa. Kadang-kadang juga terjadi regurgitasi dari cairan lambung dengan rasa pahit.
 Gejala dari kolon (Colonic symtomp), pada beberapa penderita tukak duodeni dapat terlihat suatu tanda-tanda sindroma usus iritatif dari tipe spastik kolon. Penderita tersebut mungkin mengeluh adanya konstipasi dan merasa nyeri di perut yang tidak berhubungan dengan makanan. Nyeri tersebut biasanya dirasakan terutama pada perut sebelah kiri, kadang mungkin terus-menerus atau bersifat kolik dan mungkin juga timbul pada saat defekasi.
E. Insidensi
Penyakit ini terjadi dengan frekuensi paling besar pada individu antara usia 40 dan 60 tahun, tetapi relatif jarang terjadi pada wanita menyusui, meskipun ini telah diobservasi pada anak-anak dan bahkan pada bayi. Pria terkena tiga kali lebih sering terkena bila disbanding dengan wanita, tetapi terdapat perubahan insidensi pada wanita, jika telah memasuki masa menopause. Pada menopause,   insidensi ulkus peptikum paa wanita hampir sama dengan pria. Ulkus lambung dapat terjadi tanpa sekresi asam lambung berlebihan.  Di USA ada 500.000 kasus baru per tahun, dan 4 jt kasus kambuhan, dengan pevalensi ulkus peptik di USA 10%.

F. Patofisiologi
            Ulkus peptikum terjadi pada mukosa gastroduodenal karena jaringan ini tidak dapat menahan kerja asam lambung pencernaan(asam hidrochlorida dan pepsin). Erosi yang terjadi berkaitan dengan peningkatan konsentrasi dan kerja asam peptin, atau berkenaan dengan penurunan pertahanan normal dari mukosa. Mukosa yang rusak tidak dapat mensekresi mukus yang cukup bertindak sebagai barier terhadap asam klorida.
Ulkus peptikum
Stress, hipersekresi HCl, obat-obatan,
zat-zat perangsang, H. pylori

Merusak mukosa lambung


 
Terjadi perubahan pada
sawar epitel mukosa lambung
Kerusakan jaringan


 
                     Peningkatan HCl                                          Erosi                                   Histamin meningkat
                                                                                                                                           
                  Mual/muntah                       Merangsang saraf nyeri                     Merangsang sekresi                                                                asam dan pepsin,
           Penurunan nafsu makan           Gangguan rasa nyaman nyeri              dapat meningkatkan
                                                                                                                                permeabilitas kapiler
                                                                                                                                    terhadap protein
                                                                                                                   
                     Pendarahan                           Hilangnya protein plasma                        Edema pada mukosa
                                                                                                                                            lambung                                          
Obat-obatan golongan NSAID (aspirin), alcohol, garam empedu, dan obat-obatan lain yang merusak mukosa lambung, mengubah permeabilitas sawar epitel, memungkinkan difusi balik asam klorida dengan akibat kerusakan jaringan (mukosa) dan khususnya pembuluh darah. Hai ini mengakibatkan pengeluaran histamin. Histamine akan merangsang sekresi asam dan meningkatkan pepsin dari pepsinogen. Histamine ini akan mengakibatkan juga peningkatan vasodilatasi kapilerm sehingga membrane kapiler menjadi permeable terhadap protein, akibatnya sejumlah protein hilang dan mukosa menjadi adema.
Peningkatan asam akan merangsang syaraf kolinergik dan syaraf simpatik. Perangsangan terhadap kolinergik akan berakibat terjadinya peningkatan motilitas sehingga menimbulkan rasa nyeri, sedangkan rangsangan terhadap syaraf simpatik dapat mengakibatkan reflek spasme esophageal sehingga timbul regurgitasi asam Hcl yang menjadi pencetus timbulnya rasa nyeri berupa rasa panas seperti terbakar yang mengandung diagnosa.
Selain itu, rangsangan terhadap syaraf sympatik juga dapat mengakibatkan terjadinya pilorospasme yang berlanjut menjadi pilorustenosis yang berakibat lanjut makanan dari lambung tidak bisa masuk ke saluran berikutnya. Oleh karena itu pada penderita ulkus peptikum setelah makan mengalami mual, anoreksia, kembung dan kadang vomitus. Resiko terjadinya kekurangan nutrisi bisa terjadi sebagai manifestasi dari gejala-gejala tersebut. Pada penderita tukak lambung mengalami peningkatan pepsin yang berasal dari pepsinogen. Pepsin menyebabkan degradasi mucus yang merupakansalah satu factor lambung. Oleh karena itu terjadilah penurunan fungsi sawar sehingga mengakibatkan penghancuran kapiler dan vena kecil. Bila hal ini terus berlanjut akan dapat memunculkan komplikasi berupa pendarahan.
Perdarahan pada ulkus peptikum bisa terjadi disetiap tempat, namun yang tersering adalah dinding bulbus duodenum bagian posterior,aandyn04.blogspot.com karena dekat dengan arterigastroduodenalis atau arteri pankreatikoduodenalis. Kehilangan darah ringan dan kronik dapat mengakibatkan anemi defisiensi besi. Disamping itu perdarahan juga dapat memunculkan gejala hemateneses dan melena. Pada pendarahan akut akibat ulkus peptikum dapat mengakibatkan terjadinya kekurangan volume cairan.
Proses ulkus peptikum yang terus berlanjut, selain berakibat pendarahan dapat pula berakibat terjadinya perforasi.perforasi yang berlanjut dapat menembus organ sekitarnya, termasuk peritoneum. Bila ulkus telah sampai diperitonium dapat terjadi peritonitis akibat infasi kuman. Obstruksi merupakan salah satu komplikasi dariulkus peptikum. Obstruksi biasanya dijumpai di daerah pylorus, yang disebabkan oleh peradangan, edema, adanya pilorusplasme dan jaringan parut yang terjadi pada proses penyembuhan ulkus. Akibat adanya obstruksi bisa timbul gejala anoreksia, mual, kembung dan vomitus setelah makan.
G. Pemeriksaan
            1. Pemeriksaan Fisik
  • Keadaan Umum :
GCS :
-   Ciri tubuh : kulit, rambut, postur tubuh.
-   Tanda vital : nadi, suhu tubuh, tekanan darah, dan pernafasan.
  1. Head to toe :
-  Kepala
Inspeksi : bentuk kepala, distribusi, warna, kulit kepala.
Palpasi : nyeri tekan dikepala.
- Wajah
Inspeksi : bentuk wajah, kulit wajah.
Palpasi : nyeri tekan di wajah.
- Mata
Inspeksi : bentuk mata, sclera, konjungtiva, pupil,
Palpasi : nyeri tekan pada bola mata, warna mukosa konjungtiva, warna mukosa sclera
-  Hidung :
Inspeksi : bentuk hidung, pernapasan cuping hidung, secret
Palpasi : nyeri tekan pada hidung
- Mulut :
Inspeksi : bentuk mulut, bentuk mulut, bentuk gigi
Palpasi : nyeri tekan pada lidah, gusi, gigi
- Leher
Inspksi : bentuk leher, warna kulit pada leher
Palpasi : nyeri tekan pada leher.
- Dada
Inspeksi : bentuk dada, pengembangan dada, frekuensi pernapasan.
Palpasi : pengembangan paru pada inspirasi dan ekspirasi, fokal fremitus, nyeri tekan.
Perkusi : batas jantung, batas paru, ada / tidak penumpukan secret.
Auskultasi : bunyi paru dan suara napas
-  Payudara dan ketiak
Inspeksi : bentuk, benjolan
Palpasi : ada/ tidak ada nyeri tekan , benjolan
- Abdomen
Inspeksi : bentuk abdomen, warna kulit abdomen
Auskultasi : bising usus, bising vena, pergesekan hepar dan lien.
Perkusi : batas hepar,batas ginjal,batas lien,ada/tidaknya pnimbunan cairan diperut

- Genitalia
Inspeksi : bentuk alat kelamin,distribusi rambut kelamin,warna rambut kelamin,benjolan
Palpasi : nyeri tekan pada alat kelamin
- Integumen
Inspeksi : warna kulit,benjolan
Palpasi : nyeri tekan pada kulit
- Ekstremitas Atas :
Inspeksi : warna kulit,bentuk tangan
Palpasi : nyeri tekan,kekuatan otot
-Ekstremitas Bawah :
Inspeksi : warna kulit,bentuk kaki
Palpasi : nyeri tekan,kekuatan otot
  1. Pemeriksaan Penunjang/ Laboratorium
Nyeri lambung yang khas merupakan petunjuk adanya ulkus.
Diperlukan beberapa pemeriksaan untuk memperkuat diagnosis karena kanker lambung juga bisa menyebabkan gejala yang sama.
o   Endoskopi adalah suatu prosedur dimana sebuah selang lentur dimasukkan melalui mulut dan bisa melihat langsung ke dalam lambung. Pada pemeriksaan endoskopi, bisa diambil contoh jaringan untuk keperluan biopsi. Keuntungan dari endoskopi:
·         Lebih dapat dipercaya untuk menemukan adanya ulkus dalam duodenum dan dinding belakang lambung dibandingkan dengan pemeriksaan rontgen
·         Lebih bisa diandalkan pada penderita yang telah menjalani pembedahan lambung
·          Bisa digunakan untuk menghentikan perdarahan karena ulkus.
o   Rontgen dengan kontras barium dari lambung dan duodenum (juga disebut barium swallow atau seri saluran pencernaan atas) dilakukan jika ulkus tidak dapat ditemukan dengan endoskopi.
o   Analisa lambung merupakan suatu prosedur dimana cairan lambung dihisap secara langsung dari lambung dan duodenum sehingga jumlah asam bisa diukur.
Prosedur ini dilakukan hanya jika ulkusnya berat atau berulang atau sebelum dilakukannya pembedahan.
o   Pemeriksaan darah tidak dapat menentukan adanya ulkus, tetapi hitung jenis darah bisa menentukan adanya anemia akibat perdarahan ulkus.Pemerisaan darah lainnya bisa menemukan adanya Helicobacter pylori.
H. Komplikasi
            Sebagian besar ulkus bisa disembuhkan tanpa disertai komplikasi lanjut.
Tetapi pada beberapa kasus, ulkus peptikum bisa menyebabkan komplikasi yang bisa berakibat fatal, seperti penetrasi, perforasi, perdarahan dan penyumbatan.
  1. Penetrasi.
Sebuah ulkus dapat menembus dinding otot dari lambung atau duodenum dan sampai ke organ lain yang berdekatan, seperti hati atau pankreas. Hal ini akan menyebabkan nyeri tajam yang hebat dan menetap, yang bisa dirasakan diluar daerah yang terkena (misalnya di punggung, karena ulkus duodenalis telah menembus pankreas). Nyeri akan bertambah jika penderita merubah posisinya.Jika pemberian obat tidak berhasil mengatasi keadaan ini, mungkin perlu dilakukan pembedahan.

  1. Perforasi.
Ulkus di permukaan depan duodenum atau (lebih jarang) di lambung bisa menembus dindingnya dan membentuk lubang terbuka ke rongga perut.aandyn04.blogspot.com Nyeri dirasakan secara tiba-tiba, sangat hebat dan terus menerus, dan dengan segera menyebar ke seluruh perut. Penderita juga bisa merasakan nyeri pada salah satu atau kedua bahu, yang akan bertambah berat jika penderita menghela nafas dalam. Perubahan posisi akan memperburuk nyeri sehingga penderita seringkali mencoba untuk berbaring mematung. Bila ditekan, perut terasa nyeri. Demam menunjukkan adanya infeksi di dalam perut. Jika tidak segera diatasi bisa terjadi syok. Keadaan ini memerlukan tindakan pembedahan segera dan pemberian antibiotik intravena.
  1. Perdarahan.
Perdarahan adalah komplikasi yang paling sering terjadi. Gejala dari perdarahan karena ulkus adalah:
o   Muntah darah segar atau gumpalan coklat kemerahan yang berasal dari makanan yang sebagian telah dicerna, yang menyerupai endapan kopi
o   Tinja berwarna kehitaman atau tinja berdarah.
Dengan endoskopi dilakukan kauterisasi ulkus. Bila sumber perdarahan tidak dapat ditemukan dan perdarahan tidak hebat, diberikan pengobatan dengan antagonis-H2 dan antasid. Penderita juga dipuasakan dan diinfus, agar saluran pencernaan dapat beristirahat.Bila perdarahan hebat atau menetap, dengan endoskopi dapat disuntikkan bahan yang bisa menyebabkan pembekuan. Jika hal ini gagal, diperlukan pembedahan.
  1. Penyumbatan.
Pembengkakan atau jaringan yang meradang di sekitar ulkus atau jaringan parut karena ulkus sebelumnya, bisa mempersempit lubang di ujung lambung atau mempersempit duodenum. Penderita akan mengalami muntah berulang, dan seringkali memuntahkan sejumlah besar makanan yang dimakan beberapa jam sebelumnya.
Gejala lainnya adalah rasa penuh di perut, perut kembung dan berkurangnya nafsu makan. Lama-lama muntah bisa menyebabkan penurunan berat badan, dehidrasi dan ketidakseimbangan mineral tubuh. Mengatasi ulkus bisa mengurangi penyumbatan, tetapi penyumbatan yang berat memerlukan tindakan endoskopik atu pembedahan
I.                   Penatalaksanaan

أَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ ، اِشْفِ أَنْتَ الشَّافِي ، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ سِفَاؤُكَ ، شِفَاءً لاَ ُغَادِرُ سَقَمًا

Artinya: Hilangkanlah kesengsaraan (penyakitnya) wahai Tuhan bagi manusia, sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit (Muttafaq’alaih).
Penyakit bukanlah akhir dari segalanya dalam kehidupan, terjadinya suatu masalah bisa diketahui sebab dan jalan keluarnya. Begitupun penyakit Sang Pencipta, memberikan penyakit sebagai teguran kepada umatnya, yang telah lalai dalam mengeksplor nikmat kesehatan yang diberikan. Olehnya itu, banyak alternatif untuk menangani rasa sakit itu antara lain:
1)      Identifikasi dan penghindaran makanan yang menyebabkan sekresi HCL yang berlebihan.
2)      Pendidikan  mengenai menghindari alkohol dan kafein.
3)      Berhenti merokok karena tembakau dapat memperlambat penyembuhan.
4)      Penatalaksanaan stress, teknik-teknik relakasasi atau sedatif untuk mengatasi pengaruh psikologis.
Pengobatan
Tujuan pengobatan ulkus peptikum:
  1. Menghilangkan rasa nyeri dan menyembuhkan ulkus.
  2. Mencegah kambuhnya ulkus dan mencegah terjadinya komplikasi.
ANTASID.
Antasid mengurangi gejala, mempercepat penyembuhan dan mengurangi jumlah angka kekambuhan dari ulkus.Sebagian besar antasid bisa diperoleh tanpa resep dokter. Kemampuan antasid dalam menetralisir asam lambung bervariasi berdasarkan jumlah antasid yang diminum, penderita dan waktu yang berlainan pada penderita yang sama.
Pemilihan antasid biasanya berdasarkan kepada rasa, efek terhadap saluran pencernaan, harga dan efektivitasnya. Tablet mungkin lebih disukai, tetapi tidak seefektif obat sirup.
o   Antasid yang dapat diserap.Obat ini dengan segera akan menetralkan seluruh  asam lambung. Yang paling kuat adalah natrium bikarbonat dan kalsium karbonat, yang efeknya dirasakan segera setelah obat diminum.
Obat ini diserap oleh aliran darah, sehingga pemakaian terus menerus bisa menyebabkan perubahan dalam keseimbangan asam-basa darah dan menyebabkan terjadinya alkalosis (sindroma alkali-susu). Karena itu obat ini biasanya tidak digunakan dalam jumlah besar selama lebih dari beberapa hari.
o   Antasid yang tidak dapat diserap. Obat ini lebih disukai karena efek sampingnya lebih sedikit, tidak menyebabkan alkalosis. Obat ini berikatan dengan asam lambung membentuk bahan yang bertahan di dalam lambung, mengurangi aktivitas cairan-cairan pencernaan dan mengurangi gejala ulkus tanpa menyebabkan alkalosis. Tetapi antasid ini mempengaruhi penyerapan obat lainnya (misalnya tetracycllin, digoxin dan zat besi) ke dalam darah.
o   Alumunium Hdroksida. Merupakan antasid yang relatif aman dan banyak digunakan. Tetapi alumunium dapat berikatan dengan fosfat di dalam saluran pencernaan, sehingga mengurangi kadar fosfat darah dan mengakibatkan hilangnya nafsu makan dan lemas. Resiko timbulnya efek samping ini lebih besar pada penderita yang juga alkoholik dan penderita penyakit ginjal (termasuk yang menjalani hemodialisa). Obat ini juga bisa menyebabkan sembelit.
o   Magnesium Hidroksida. Merupakan antasid yang lebih efektif daripada alumunium hidroksida. Dosis 4 kali 1-2 sendok makan/hari biasanya tidak akan mempengaruhi kebiasaan buang air besar; tetapi bila lebih dari 4 kali bisa menyebabkan diare. aandyn04.blogspot.comSejumla kecil magnesium diserap ke dalam darah, sehingga obat ini harus diberikan dalam dosis kecil kepada penderita yang mengalami kerusakan ginjal. Banyak antasid yang mengandung magnesium dan alumunium hidroksida.
OBAT-OBAT ULKUS.
Ulkus biasanya diobati minimal selama 6 minggu dengan obat-obatan yang mengurangi jumlah asam di dalam lambung dan duodenum. Obat ulkus bisa menetralkan atau mengurangi asam lambung dan meringankan gejala, biasanya dalam beberapa hari.
o   Sucralfate. Cara kerjanya adalah dengan membentuk selaput pelindung di dasar ulkus untuk mempercepat penyembuhan. Sangat efektif untuk mengobati ulkus peptikum dan merupakan pilihan kedua dari antasid. Sucralfate diminum 3-4 kali/hari dan tidak diserap ke dalam darah, sehingga efek sampingnya sedikit, tetapi bisa menyebabkan sembelit.
o   Antagonis H2. Contohnya adalah cimetidine, ranitidine, famotidine dan nizatidine. Obat ini mempercepat penyembuhan ulkus dengan mengurangi jumlah asam dan enzim pencernaan di dalam lambung dan duodenum. Diminum 1 kali/hari dan beberapa diantaranya bisa diperoleh tanpa resep dokter. Pada pria cimetidine bisa menyebabkan pembesaran payudara yang bersifat sementara dan jika diminum dalam waktu lama dengan dosis yang tinggi bisa menyebabkan impotensi. Perubahan mental (terutama pada penderita usia lanjut), diare, ruam, demam dan nyeri otot telah dilaporkan terjadi pada 1% penderita yang mengkonsumsi cimetidine. Jika penderita mengalami salah satu dari efek samping tersebut diatas, maka sebaiknya cimetidine diganti dengan antagonis H2 lainnya. Cimetidine bisa mempengaruhi pembuangan obat tertentu dari tubuh (misalnya teofilin untuk asma, warfarin untuk pembekuan darah dan phenytoin untuk kejang).
o   Omeprazole dan Iansoprazole. Merupakan obat yang sangat kuat menghambat pembentukan enzim yang diperlukan lambung untuk membuat asam.Obat ini dapat secara total menghambat pelepasan asam dan efeknya berlangsung lama. Terutama efektif diberikan kepada penderita esofagitis dengan atau tanpa ulkus esofageal dan penderita penyakit lainnya yang mempengaruhi pembentukan asam lambung (misalnya sindroma Zollinger-Ellison).
o   Antibiotik. Digunakan bila penyebab utama terjadinya ulkus adalah Helicobacter pylori. Pengobatan terdiri dari satu macam atau lebih antibiotik dan obat untuk mengurangi atau menetralilsir asam lambung. Yang paling banyak digunakan adalah kombinasi bismut subsalisilat (sejenis sucralfate) dengan tetracyclin dan metronidazole atau amoxycillin. Kombinasi efektif lainnya adalah omeprazole dan antibiotik. Pengobatan ini bisa mengurangi gejala ulkus, bahkan jika ulkus tidak memberikan respon terhadap pengobatan sebelumnya atau jika ulkus sering mengalami kekambuhan.
o   Misoprostol. Digunakan untuk mencegah ulkus gastrikum yang disebabkan oleh obat-obat anti peradangan non-steroid. Obat ini diberikan kepada penderita artritis yang mengkonsumsi obat anti peradangan non-steroid dosis tinggi. Tetapi obat ini tidak digunakan pada semua penderita artritis tersebut karena menyebabkan diare (pada 30% penderita)
Pembedahan
            Tindakan pembedahan dianjurkan untuk pasien dengan ulkus yang tidak sembuh (yang gagal untuk sembuh setelah 12-16 minggu pengobatan medis), hemoragi yang mengancam hidup, pesforasi dan obstruksi. Prosedur pembedahan mencakup vagotomi dengan piloroplasti atau billroth I atau II. Pasien yang memerlukan pembedahan ulkus adalah mereka yang mungkin telah lama sakit, putus asa, telah berhentidari peran kerjanya dan mengalami tekanan pada kehidupan keluarga mereka.
Intervensi keperawatan pra operatif untuk pasien yang mengalami pembedahan penyakit ulkus mencakup
1. Menyiapkan pasien untuk test diaknostik
    - Pasien mengalami analisis laboratorium
   - Seri sinar x
   - Pemeriksaan fisik umum sebelum pembedahan
2. Memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi pasien.
3. Membersihkan dan mengosongkan saluran gastro intestinal
4. Membatasi masukan oral
Dan adapun proses pembedahan yang dapat dilakukan pada penyakit ulkus yakni:
  1. Anektomi terbagi atas:
a.       Billroth I (gastroduodenostomi) adalah pengangkatan bagian bawah porsi antrum lambung(yang mengandung sel-sel yang mensekresi gastrin) serta bagian kecil dari duodenum,
b.      Billroth II (gastrojejunostomi) dimana segmen sisanya dianastomikan ke duodenum (Billroth I) atau jejunum (Billroth II)
  1. Vagotomi adalah pemotongan saraf vagus, untuk menurunkan asam lambung dengan mengurangi stimulasi kolinergik pada sel parietal dan membuatnya kurang responsive terhadap gastrin,
  2. Piloroplasti adalah suatu operasi drainase dimana insisi longitudinal dibuat ke dalam pylorus dan secara transversal dijahit dekat pada pembesaran jalan keluar dan merileksasikan otot.







Konsep Keperawatan
A.    Pengkajian
1.      Identitas
-          Pasien
1.      Nama pasien
2.      Umur
3.      Jenis kelamin
4.      Pendidikan
5.      Pekerjaan
6.      Status perkawinan
7.      Agama
8.      Suku
9.      Alamat
-  Penanggung
1.      Nama penanggung
2.      Hubungan dengan pasien
3.      Pekerjaan
4.      Alamat
2.       Riwayat Kesehatan Keluarga
Ada atau tidak anggota keluarga pasien yang menderita penyakit seperti pasien.
3. Status kesehatan
- Status kesehatan saat ini
- Status kesehatan masa lalu
4. Riwayat penyakit keluarga
- Diagnosa medis dan terapi
5. Pola Fungsi kesehatan
- Pemeliharaan dan persepsi terhadap kesehatan
- Nutrisi/metabolic
- Pola eliminasi
- Pola aktivitas dan latihan
- Oksigenasi
- Pola tidur dan istirahat
- Pola kognitif-perseptual
- Pola persepsi diri/konsep diri
- Pola seksual dan reproduksi
- Pola peran-hubungan
- Pola manajememn koping stress
- Pola keyakinan
6. Pemeriksaan fisik
- Keadaan umum
-  Tingkat kesadaran CCS
·         Tanda-tanda vital
·         Keadaan fisik
    • Kepala dan leher
    • Dada
    • Payudara dan ketiak
    • Abdomen
    • Genitalia
    • Integument
    • Ekstremitas
    • Pemeriksaan neurologist
3.      Rencana Asuhan Keperawatan
Diagnosis Keperawatan:  Kurang pengetahuan mengenai pencegahan gejala danpenatalkasanaan  kondisi
Tujuan: Mendapatkan Pengetahuan tentang pencegahan gejala dan penatalasaknaan medis
No
Intervensi Keperawatan
Rasional
Hasil yang diharapkan
1
Kaji tingkat pengetahuan dan kesiapan untuk belajar dari pasien
Keinginan untuk belajar tergantung fisik pasien, tingkat ansietas, dan kesiapan mental
Mengeskpresikan minat dalam belajar bagaimana mengatsai penyakit
2
Ajarkan informasi yang diperlukan:
-. Gunakan kata-kata yang singkat sesuai pengetahuan pasien
-.  Pilih waktu kapan pasien mulai nyaman dan berminat
-. Batasi sesi penyuluhan sampai 30 menit atau kurang
Individualisasi rencana penyuluhan meningkatkan pembelajaran

-. Berpartisipasi dalam sesi penyuluhan
-. Mengajukan pertanyaan
3
Yakinkan pasien bahwa penyakit dapat diatasi
Memberi keyakinan dapat memberi pengaruh positif pada perubahan perilaku
Menyatakan keinginan untuk bertanggung jawab terhadap perawatan diri
Diagnosis Keperawatan: Ansietas berhubungan dengan sifat penyakit dan penatalaksanaan jangka panjang.
Tujuan: Menurunkan ansietas
No
Intervensi Keperawatan
Rasional
Hasil yang diharapkan
1
Dorong pasien untuk mengekspresikan masalah dan rasa takut dan ajukan pertanyaan sesuai kebutuhan
Komunikasi terbuka membantu mengembangkan hubungan saling percaya yang membantu mengurangi ansietas dan stress
Mengekspresikan rasa akut dan masalah
2
Jelaskan alasan untuk mentaati jadwal pengobatan yang direncanakan
-. Farmakoterapi
-. Pembatasan diet
-. Memodifikasi tingkat aktifitas
-. Mengurangi atau menghentikan merokok
Pengetahuan mengurangi ansietas yang tampak sebagai rasa takut akibat ketidaktahuan. Pengetahuan dapat mempunyai pengaruh positi pada perubahan perilaku
-. Memahami rasional untuk berbagai pengobatan dan pembatasan
-. Memodifikasi perilaku dengan tepat
3
Bantu pasien untuk mengidentifikasi situasi yang menimbulkan ansietas
Stresor harus dapat diketahui sebelum ditangani
Mengidentifikasi situasi yang menimbulkan ansietas
4
Ajarkan strategi penatalaksanaan stress, mis obat-obatan, distraksi dan imajinasi
Penurunan ansietas menurunkan sekresi asam hidroklorida
Menggunakan strategi penatalkasanaan stres dengan tepat
Diagnosisi Keperawatan: Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan nyeri yang berkaitan
Tujuan: Mendapatkan tingkat nutrisi yang optimal
No
Intervensi Keperawatan
Rasional
Hasil yang dihaarapkan
1
Anjurkan makan-makanan dan minuman yang tidak mengiritasi
Makanan yang tidak mengiritasi mengurangi nyeri epigastrik
Menghindari makanan dan minuman pengiritasi
2
Anjurkan makan dan minum pada jadwal waktu teratur, hindari kudapan sebelum waktu tidur
Makan teratur membantu menetralisasi sekresi lambung, kudapan sebelum tidur meningkatkan sekresi asam lambung
Makan-makanan dan kudapan pada interval yang diajdwalkan scara teratur
3
Dorong makan-makanan pada lingkungan yang rileks
Lingkungan yang rileks kurang menimbulkan ansietas. Menurunkan ansietas mebantu menurunkan sekresi asam hidroklorida
Memilih lingkungan yang rileks untuk makan


Diagnosis Keperawatan :Nyeri berhubungan dengan trauma jaringan dan refleks spasme otot sekunder terhadap gangguan visceral usus.
Tujuan                 :  Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama … x 24 jam diharapkan nyeri pada pasien dapat berkurang atau hilang
Intervensi Keperawatan
Rasional
Hasil yang diharapkan
1.Berikan terapi obat-obatan sesuai program:
a.antagonis histamine
b.Garam antibiotic bismuth

c.Agen sitoprotektif

d.Inhibitor pompa proton
e.Antasida

f.Antikolinergik
2,  Anjurkan menghindari obat-obatan yang dijual bebas
3, Anjurkan pasien untuk menghindari makanan/minuman yang mengiritasi lapisan lambung ,kafein dan alcohol.
4, Anjurkan pasien untuk menggunakan makan dan kudapan pada interval yang teratur.
5, Anjurkan pasien untuk berhenti merokok

a.Antagonis histamine  mempengaruhi sekresi asam lambung.
b.Antibiotik diberikan bersamaan dengan garam bismuth  mematikan H.Pylori.
c.Agen sitoprotektif melindungi mukosa lambung.
d.Inhibitor pompa proton menurunkan asam lambung.
e.Antasida menetralisasi keasaman sekresil lambung.
f.Antikolinergik menghambat bpelepasan asam lambung.

2.Obat-obatan yang mengandung salisilat mengiritasi mukosa lambung.
3.Makanan/minuman yang mengandung kafein merangsang sekresi asam hidroklorida.

4.Jadwal makan yang teratur membantu mempertahankan partikel makanan di dalam lambung ,yang membantu menetralisasi keasaman sekresi lambung.
5.Merokok merangsang kemungkinan kekambuhan ulkus
-. Menggunakan obat-obatan sesuai resep,
-.Mengalami penurunan nyeri
                                             



















-. Menggantikan aspirirn dengan aetaminofen ( Tylenol),
-.Menghindari obat yang dijual bebas yang mengandung asam asetilsalisilat,
-. Mentaati pembatasan yang dianjurkan,
-.Mengidentifikasi makanandan minuman yang dihindari,
-. Mentati jadwal makan dan kudapan secara teratur,




-.Berhenti merokok dan berpartisispasi dalam program penghentian merokok bila perlu.


Daftar Pustaka
1.      Price, Sylvia A. 2005. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6. EGC:  Jakarta
2.       Brooker, Chris.2009. Ensiklopedia Keperawatan.EGC: Jakarta
3.      Smeltzer, Suzanne, 1997, Keperawatan Medikal Bedah, edisi 8, EGC: Jakarta
4.      Carpenito, Moyet. 2007. Buku Saku Diagnosis Keperawatan, edisi 10. EGC: Jakarta
5.      Harnawatia. 2008. Ulkus Peptikum. http://harnawatiaj.wordpress.com/2008/02/21/ulkus-              peptikum/, Last Updated: 24 Maret 2010,
6.      Bima Ari, 2009, Ulkus Peptikum, http://bimaariotejo.wordpress.com/2009/06/09/ulkus-peptikum/, Last Updated : 24 Maret 2010
7.      Anonymous, 2010, Asuhan Keperawatan Ulkus Peptikum, http://askep-askeb.cz.cc/2010/03/ulkus-peptikum.html, Last updated: 24 Maret 2010
8.      Anonymous, 2010, Askep Ulkus Peptikum, http://dastodebelto.blogspot.com/2010/02/ulkus-peptikum.html, Last Updated 24 Maret 2010